Serba-Serbi Seputar Profesi Pengacara, Advokat, atau Lawyer

Shinessthegame –┬áBerbicara mengenai profesi pengacara, pengacara atau pengacara, kedua belah pihak pada dasarnya memberikan jasa hukum. Hanya saja, dulu kedua istilah ini punya perbedaan tempat dipraktikkan.

Menurut Keputusan Menteri Kehakiman, seorang advokat dapat memberikan pelayanan hukum di pengadilan dan menuntut di seluruh Indonesia. Selama ini, izin praktik hukum hanya diberikan oleh pengadilan setempat. Dengan kata lain, ruang lingkup praktik pengacara lebih terbatas daripada pengacara.

Jika seorang pengacara ingin pergi ke luar wilayah izin praktiknya, maka pengacara tersebut harus mengajukan izin dari pengadilan tempat ia bermaksud untuk memberikan layanan hukum.

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Pembela, tidak ada lagi perbedaan antara Pengacara dan Pengacara. Sesuai dengan Pasal 1.1 UU Pengacara, semua orang yang secara profesional memberikan jasa hukum di dalam maupun di luar pengadilan di seluruh wilayah Republik Indonesia disebut sebagai Pengacara, termasuk Pengacara.

Bagaimana cara kerja pengacara?

Saat mendengar informasi tentang profesi pengacara, pengacara, atau penasihat umum, masih banyak yang belum begitu memahami cara kerja pengacara. Paradigma yang berbeda di masyarakat pada umumnya adalah bahwa tugas pengacara adalah membebaskan klien dari tuntutan. Tentu saja paradigma ini tidak benar.

Menurut Sekretaris Jenderal Pimpinan Nasional Persatuan Pembela Seluruh Indonesia (PERADI), tugas seorang pengacara adalah memberikan pendampingan hukum agar klien dapat memperoleh haknya selama proses hukum.

Dalam praktiknya, seorang pengacara bebas untuk membuat pernyataan atau pendapat sambil membela kasus klien di pengadilan, dengan ketentuan bahwa ia mematuhi kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, setiap Pengacara juga memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan semua informasi kliennya, kecuali ketentuan lain yang diatur oleh undang-undang. Satu hal lagi, pengacara atau jaksa dilarang membedakan perlakuan terhadap kliennya berdasarkan agama, politik, jenis kelamin, ras, atau latar belakang sosial budaya.

Persyaratan untuk menjadi pengacara

Terhadap Pasal 2 ayat 1 UU Pengacara, yang dapat menjadi Pembela adalah yang berpendidikan lebih tinggi. Selain itu, pendidikan khusus untuk profesi pertahanan yang diajarkan oleh Persatuan Pembela Hak Asasi Manusia Indonesia (PERADI) adalah wajib.

Setelah menyelesaikan pelatihan khusus untuk profesi hukum, Anda harus mengikuti ujian dan melakukan magang di firma hukum selama kurang lebih 2 tahun berturut-turut. Jika sudah meninggal dunia sebelum menjalankan fungsinya sebagai Pengacara akan dilantik di Pengadilan Tinggi sesuai dengan domisili nya.

4 kualitas yang harus dimiliki pengacara hebat

Seorang pengacara yang hebat tidak hanya dinilai dari kualitasnya di bidang teori dan hukum yang berlaku, tetapi harus memiliki 5 kualitas berikut ini.

1. Memiliki keterampilan persuasif

Untuk menyelesaikan perkara di pengadilan, seorang pengacara harus memiliki kemampuan persuasif yang baik. Tujuannya agar Anda dapat meyakinkan pengadilan tentang posisi klien.

2. Mampu bernegosiasi dengan baik

Kualitas kedua yang harus dimiliki pengacara adalah kemampuan bernegosiasi. Keterampilan negosiasi ini berguna untuk mencapai kesepakatan yang baik di antara para pemangku kepentingan.

3. Dapat mengontrol emosi

Tidak semua tes selalu mudah. Terkadang seorang pengacara dihadapkan pada argumen atau ancaman yang seringkali mempengaruhi emosi mereka. Oleh karena itu, jasa advokat yang hebat adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi dengan baik.

4. Memiliki sikap sabar

Akhirnya, seorang pengacara juga harus melatih kesabarannya karena beberapa kasus seringkali membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan secara definitif.

Ini adalah gambaran singkat tentang profesi pengacara, pengacara atau pengacara. Selain membutuhkan 4 keahlian di atas, seorang pengacara profesional biasanya didukung dengan fasilitas bisnis yang lengkap untuk mengoptimalkan kinerjanya.